PREVALENSI ANAK BERKELAINAN
Menetapkan
jumlah anak berkelainan bukanlah sesuatu hal yang mudah, hal ini akan berkait
dengan criteria anak berkelainan itu sendiri, hal ini akan mempengaruhi jumlah
anak berkelainan yang dikeluarkan oleh masing-masing pengumpul data, misalnya
data jumlah anak berkelainan yang dikeluarkan oleh Depkes berbeda dengan data
dari Depsos serta berbeda juga dengan Depdikbud. Adanya perbedaa dalam
penetapan jumlah anak berkelainan pada masing-masing instansi tersebut juga
diakibatkan oleh adanya kepentingan yang berbeda dari instansi yang
mengeluarkan data tersebut.
Pentingnya
prakiraan jumlah penyandang anak-anak berkelainan sangat erat kaitanya dengan
perencanaan dan kebijakan tentang anak/penderita kelainan. Sulitnya memperoleh
kepastian angka jumlah anak berkelainan ini juga dipengaruhi adanya sikap
masyarakat yang belum menguntungkan keberadaan anak-anak berkelainan. Sebagai
contoh misalnya dalam sensus penduduk disertakan poin tentang keberadaan anak
berkelainan dalam keluarga, maka hasilnya pengisi angket data akan kebingungan
ataupun ragu apakah keluarga/anak saya itu masuk pada anak berkelainan? Dan
bahkan mungkin orangtua tidak akan jujur mengemukakan punya anak berkelainan
dengan berbagai alasan diantaranya malu, takut atau alasan lainya.
Terlepas dari
berbagai masalah dalam pendataan anak-anak berkelainan ada beberapa data yang
diperoleh dari beberapa Negara maju menyatakan bahwa jumlah anak berkelainan
berkisar antara 10-15 dari populasi anak normal (Kirk Samuel.1989:28)
Jumlah anak
berkelainan yang bersekolah di USA pada tahun ajaran 1983 (Kirk Samuel 1989:28)
meliputi anak berkesulitan belajar (lerning disability) ada 4,68%, anak
gangguan wicara dan komunikasi 3%, anak terbelakang mental 2%, anak gangguan
emosi dan perilaku 0.91%, anak tunarungu 0.18%, anak tunadaksa 0.14%, anak
gangguan kesehatan (berpenyakit kronis) 0.13%, anak tunanetra 0.07%, anak
kelainan ganda 0.07%. Dari data tersebut maka di USA terdapat anak berkelainan
usia sekolah sebesar 11% dari populasi anak normal.
Demikian keadaan
anak berkelainan di USA, bagaimana keadaan anak berkelainan di Indonesia? Ada
berbagai data yang berlainan versi dari berbagai departemen, Depsos
memperkirakan jumlah anak cacat ada 3-5% dari populasi sedang Depkes memberikan
angka 3-4% dan depdikbud memperkirakan ada sekitar 10% dari populasi. Jika kita
berpegang pada angka 10% anak berkelainan usia sekolah, maka jumlah anak
berkelainan di Indonesia ada sekitar 5.000.000 anak, bila komposisi jumlah
penduduk Indonesia 25% adalah anak usia sekolah.
(Sumber :
Sutjihati T.Somantri.1985.Identifikasi
Anak Luar Biasa.Jakarta:Dikdasmen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar