SELAMAT DATANG DI DUNIA LUAR BIASA

Minggu, 04 November 2012

Prevalensi Anak Berkelainan


PREVALENSI ANAK BERKELAINAN
Menetapkan jumlah anak berkelainan bukanlah sesuatu hal yang mudah, hal ini akan berkait dengan criteria anak berkelainan itu sendiri, hal ini akan mempengaruhi jumlah anak berkelainan yang dikeluarkan oleh masing-masing pengumpul data, misalnya data jumlah anak berkelainan yang dikeluarkan oleh Depkes berbeda dengan data dari Depsos serta berbeda juga dengan Depdikbud. Adanya perbedaa dalam penetapan jumlah anak berkelainan pada masing-masing instansi tersebut juga diakibatkan oleh adanya kepentingan yang berbeda dari instansi yang mengeluarkan data tersebut.
Pentingnya prakiraan jumlah penyandang anak-anak berkelainan sangat erat kaitanya dengan perencanaan dan kebijakan tentang anak/penderita kelainan. Sulitnya memperoleh kepastian angka jumlah anak berkelainan ini juga dipengaruhi adanya sikap masyarakat yang belum menguntungkan keberadaan anak-anak berkelainan. Sebagai contoh misalnya dalam sensus penduduk disertakan poin tentang keberadaan anak berkelainan dalam keluarga, maka hasilnya pengisi angket data akan kebingungan ataupun ragu apakah keluarga/anak saya itu masuk pada anak berkelainan? Dan bahkan mungkin orangtua tidak akan jujur mengemukakan punya anak berkelainan dengan berbagai alasan diantaranya malu, takut atau alasan lainya.
Terlepas dari berbagai masalah dalam pendataan anak-anak berkelainan ada beberapa data yang diperoleh dari beberapa Negara maju menyatakan bahwa jumlah anak berkelainan berkisar antara 10-15 dari populasi anak normal (Kirk Samuel.1989:28)
Jumlah anak berkelainan yang bersekolah di USA pada tahun ajaran 1983 (Kirk Samuel 1989:28) meliputi anak berkesulitan belajar (lerning disability) ada 4,68%, anak gangguan wicara dan komunikasi 3%, anak terbelakang mental 2%, anak gangguan emosi dan perilaku 0.91%, anak tunarungu 0.18%, anak tunadaksa 0.14%, anak gangguan kesehatan (berpenyakit kronis) 0.13%, anak tunanetra 0.07%, anak kelainan ganda 0.07%. Dari data tersebut maka di USA terdapat anak berkelainan usia sekolah sebesar 11% dari populasi anak normal.
Demikian keadaan anak berkelainan di USA, bagaimana keadaan anak berkelainan di Indonesia? Ada berbagai data yang berlainan versi dari berbagai departemen, Depsos memperkirakan jumlah anak cacat ada 3-5% dari populasi sedang Depkes memberikan angka 3-4% dan depdikbud memperkirakan ada sekitar 10% dari populasi. Jika kita berpegang pada angka 10% anak berkelainan usia sekolah, maka jumlah anak berkelainan di Indonesia ada sekitar 5.000.000 anak, bila komposisi jumlah penduduk Indonesia 25% adalah anak usia sekolah.
(Sumber : Sutjihati T.Somantri.1985.Identifikasi Anak Luar Biasa.Jakarta:Dikdasmen)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar